Jalan-jalan ke Jembatan Tukad Bangkung
Posted by Ady Gondronk pada Februari 6, 2008
“Jembatan Tukad bangkung”, itulah nama sebuah jembatan yang berdiri kokoh di atas sebuah sungai yang berada di desa Belok Sidan, Pelaga.Jembatan tersebut menghabiskan dana APBD Bali kurang lebih 49,93 milyard rupiah, dan konon katanya jembatan itu dirancang untuk tahan gempa berkekuatan 7 skala richter dan merupakan jembatan yang tertinggi di Asia.
Jembatan tukad bangkung kini menjadi salah satu obyek wisata alternatif masyarakat di sekitar Badung dan Denpasar, bahkan pada waktu hari raya tertentu seperti Galungan dan Kuningan jembatan ini menjadi obyek wisata yang padat pengunjung. Tidak jarang masyarakat dari jauh seperti Tabanan paling barat dan masyarakat dari Karangasem sekalipun rela jauh -jauh datang cuma untuk melihat sebuah jembatan tukad bangkung.” saya ingin melihat langsung seberapa tinggi sih jembatan tukad bangkung?” ujar salah satu pengunjung yang katanya datang dari Pupuan, Tabanan. Mereka katanya penasaran mendengar cerita dari teman-teman maupun dari berita-berita yang ada di media cetak maupun media elektronik,sehingga mereka sengaja meluangkan waktu untuk berkunjung ke jembatan yang berada di desa yang berhawa sejuk itu.
Melihat antusias pengunjung yang begitu besar terhadap jembatan itu membuat para pedagang tidak mau ketinggalan untuk mengais rejeki dengan mendirikan warung-warung semi permanen di sekitar jembatan tersebut. Dan Pemda Badung pun berupaya untuk mendongkrak pariwisata di Badung Utara dengan berupaya menempatkan jembatan itu sebagai salah satu obyek wisata favorit atau Obyek Daya Tarik Wisata Khusus (ODTWK) selain Pantai Kuta ataupun Nusa Dua.
Namun dibalik suka cita para pengunjung menikmati indahnya pemandangan alam yang hijau yang berada dibawah jembatan ada pemandangan yang tidak sedap dipandang mata.Sampah-sampah sisa makanan dari para pengunjung berserakan dimana-mana, dan bila ditiup angin sampah itu bisa mengganggu kenyamanan para pengendara bermotor,
bahkan ada pengunjung yang mungkin tanpa perasaan bersalah dengan entengnya membuang sisa snack camilan yang notabene terbuat dari plastik kebawah jembatan.”kok dibuang kesana sih mas” “abis disini ga ada tempat sampah” jawabnya dengan sekenanya sambil berlalu..














lodegen berkata
oh my gud, kok yang baru tau ada jembatan besar di plaga? benarkah bujetnya hampir 50 milyar??? gileee bener. Barangkali sebagian di mark up??? baiklah saya akan melancong ksana. tulung jadi guide ya bli… maklum nak karangasem sing nawang badung. tengkyu bli…
Ady Gondronk berkata
oooo mami bani ini golkar to? golongan karangasem maksudnya mbok…,kalo kesana saya mau jadi guidenya,tp kalo ke tempat PeEsKA mbo luhde dadi guidene nah…hehe
devari berkata
foto tambahan dari jembatan itu
http://devari.wordpress.com/2007/11/29/cerita2-liburan/
Jembatan Balanced Cantilever « From none to someone berkata
[...] ini dibuat ketika baca di blog bli Ady Gondronk dan perjalanan Bli Made ketika [...]
Artana berkata
SAya buat postinga Tukan Bangkung bli tapi sedikit dari teknisnya
Ady Gondronk berkata
*artana : cocok bli…,mungkin bli lebih tau kalo bicara dari sisi teknisnya…
imsuryawan berkata
** Sing taen nden kemu..
Ady Gondronk berkata
sing taen….ape sing taen…..??
Jembatan Balanced Cantilever | Me And Mine berkata
[...] ini dibuat ketika baca di blog bli Ady Gondronk dan perjalanan Bli Made ketika [...]
viar berkata
lempar aja tu orang dari jembatan…
“wuehehehe….,kasian bro…,belum nikah katanya.kakakakak”
panduan wisata Bali berkata
weleh-weleh, eksentrik banget jembatannya…serasa di alam surgawi kali ya ketika ada diatasnya bebas buat memandang kemanapun!!!