” Pemulung Dilarang Masuk”, tulisan seperti itulah yang kerap kita temui di pintu gerbang memasuki sebuah desa ataupun memasuki ke sebuah perumahan penduduk, tidak terkecuali di desaku yang berada jauh dari pusat keramaian kota tepatnya dikaki gunung Batukaru yaitu Desa Wongaya Gede.Tulisan itu sengaja di pasang di perbatasan pintu masuk menuju desa supaya orang mudah membacanya,dan dengan harapan supaya tidak ada pemulung yang masuk ke desa itu.
Pemulung di mata masyarakat memiliki konotasi negatif karena selain mereka mencari barang-barang rongsokan yang ada di tempat sampah mereka juga katanya sering mengambil barang-barang dari masyarakat yang seharusnya belum mereka buang yang kebetulan mereka taruh di belakang rumah atau di tempat yang keliatannya barang tersebut sudah tidak dipakai.malahan salah satu warga di desa saya pernah mengaku kehilangan sepeda gayung yang sudah jarang dipakai yang mereka taruh dibelakang
rumah mereka.













