Karena merasa marah dan kecewa dengan pacarnya, seorang gadis berusia 20-an menemui dr. Tomi, seorang dokter pakar jiwa.
“Dokter, saya merasa amat marah pada pacar saya sehingga saya memanggilnya lelaki bangsat. Ada kalanya saya rasa dia keterlaluan, dan ada kalanya pula saya rasa memang patut saya memanggil dia seperti itu…” “Hmm… panggilan itu memang hinaan yang agak melampaui batas untuk seseorang… tapi, mungkin kamu punya sebab tersendiri sehingga memangilnya demikian. Ceritakanlah kepada saya agar saya dapat membantu…” Baca entri selengkapnya »













