Baliage [dot] wordpress [dot] com

Dari Bali menuju LovINA

Visit Indonesia 2008

Posted by I N Ady Mulianto pada Januari 26, 2008

Di tahun 2007 kemarin hubungan Indonesia dengan Malaysia sempat memanas cuma karena katanya budaya Indonesia banyak yang di klaim oleh Malaysia.Tarian Reog Ponorogo yang notabene merupakan warisan budaya dari Jawa Timur “diklaim” oleh Malaysia kita semua marah-marah, lagu Rasa Sayange “diklaim”oleh Malaysia kita marah-marah, Batik yang katanya merupakan warisan asli Indonesia “diklaim”oleh Malaysia kita juga marah-marah, dan masih banyak lagi warisan dari nenek moyang bangsa Indonesia yang katanya “diklaim” oleh Malaysia. Atas kejadian tersebut hampir di seluruh daerah di Indonesia melakukan aksi demo menuntut dan mengecam Malaysia.

Tapi, pernahkah kita sadar,apakah kita selaku bangsa Indonesia sudah menjaga warisan nenek moyang kita? Bagi sebagian anak muda jaman sekarang warisan budaya nenek moyang kita sudah mulai ditinggalkan. Mereka lebih senang memilih memakai pakaian yang seksi-seksi yang mempertontonkan pusar mereka ketimbang memakai kebaya yang sebenarnya jauh membuat mereka kelihatan semakin anggun dan ayu, mereka lebih senang menikmati hingar bingarnya dunia gemerlap atau istilah kerennya dugem,supaya dibilang anak gaul, dan mereka malah meninggalkan seni-seni tradisional ataupun gamelan-gamelan tradisional karena takut dibilang kuno dan malah memilih untuk menjadi anak band biar dibilang fungkeh.dan yang lebih parah lagi mereka malah meniru budaya barat yang notabene sudah jauh berbeda dengan budaya orang timur.

Kita sebagai bangsa Indonesia seharusnya bangga dan berterima kasih kepada Malaysia, karena kalau bukan karena mereka yang sudah mau memperkenalkan budaya bangsa Indonesia di dunia Internasional, mungkin kita tidak pernah ingat akan kekayaan budaya bangsa Indonesia sendiri.Kita terlalu Euforia dengan ungkapan yang menyatakan bahwa bangsa Indonesia memiliki berbagai macam budaya yang berasal dari berbagai daerah yang tersebar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,tetapi banyak di antara kita yang malah bingung kalau ditanya “tari cakalele, tari tor-tor, atau tari jangger dari daerah mana?”, atau “rumah gadang dari mana?” atau malah kita sering tidak tahu kalau lagu yang sudah sering kita nyanyikan dan sudah tidak asing lagi di telinga kita seperti lagu “Soleram”,”Potong Bebek”atau lagu “Yamko Rambe Yamko” malah kita tidak tahu asalnya.

Belajar dari pengalaman dan kesalahan massa lalu tersebut kini bangsa Indonesia mulai berbenah untuk menata kembali budaya bangsa Indonesia yang mungkin sudah mulai terpecah-pecah dan melakukan perbaikan di semua bidang seperti melakukan pameran-pameran budaya, iklan pariwisata melaui travel agent, atau melalui pariwisata budaya. dan yang sekarang lagi menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia adalah
melalui gerakan Visit Indonesia 2008.

Visit Indonesia 2008 adalah program khusus pemerintah Indonesia untuk memperkenalkan kekayaan alam Indonesia di mata Internasional.

Melalui Visit Indonesia 2008 ini diharapkan budaya dan alam Indonesia tidak hanya bisa dikenal dan dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia saja tetapi bisa dikenal sampai keluar negeri, sehingga tingkat kunjungan wisatawan asing ke Indonesia bisa meningkat, dan Indonesia bisa dikenal oleh seluruh bangsa-bangsa di dunia.

Tidak ada lagi ungkapan “Indonesia di sebelah mananya Bali sih?”, atau “Indonesia negara bagian mana sih?”. Kita ciptakan “Indonesia is a Dreamin Country”

Kita sukseskan Visit Indonesia 2008…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: