Baliage [dot] wordpress [dot] com

Dari Bali menuju LovINA

Petugas Parkir seperti Peminta-minta?

Posted by I N Ady Mulianto pada Januari 27, 2008

Ketika kuterjaga dari tidurku yg begitu pulas, aku sadari bahwa hari sudah sangat siang. Sinar mentari sudah tidak malu-malu lagi menerobos masuk ke dalam kamarku, kubuka korden jendela dan diluar terlihat anak-anak kecil dengan riangnya bermain.

Pagi itu udara begitu cerah, hujan sudah tidak lagi menyambangi kota denpasar.Aku pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Akupun membuat list untuk agendaku hari itu.

Segera kuambil handuk dan bergegas kubersihkan tubuhku dari sisa-sisa keringat tadi malam setelah semalaman waktuku kuhabiskan bermain bilyard bersama teman-teman sampai jam satu malam.

Waktu sudah menunjukan pukul sebelas siang, dan perutku sudah mulai merasakan lapar. Kubuka dompetku, dan ternyata uangku masih tinggal empat ribu saja.kalo dipakai untuk beli nasi bungkus udah pasti ga cukup kan.. Segera kuambil Varioku menuju ATM di daerah tanjung bungkak. Setelah selesai narik uang aku bergegas menuju Varioku dan segera siap2 mencari penjual nasi terdekat,”trit..trittt…”terdengar suara sempritan dari arah belakangku, dan ternyata itu adalah petugas parkir yg minta biaya parkir. Aku keluarin lima ratusan, dan aku segera beranjak pergi.

Merasa sudah lumayan lama aku memacu varioku tapi belum juga menemukan tempat beli nasi yang enak, akhirnya aku putuskan untuk aku membeli nasi di Panjer. Akupun makan di warung. Selesai makan aku menuju Varioku, dan ternyata di parkiran juga udah ada petugas parkir yang minta lima ratusan, akupun harus membayar lima ratus lagi.

Setelah perutku sudah lumayan kenyang meskipun tidak sekenyang kalo makan di rumah di kampung, aku bergegas melanjutkan rencanaku.Mulai dari belanja kebutuhan pribadi sampai jalan-jalan bersama pacarku tercinta. Membeli semua kebutuhan di Supermarket dekat rumah, baru masuk sudah disambut oleh petugas parkir, jalan-jalan beli jagung di renon ada petugas parkir, beli es di Ayu segar Sari ada petugas parkir, nganter pacarku beli pernak-pernik kebutuhan kaum hawa di Vallentine di Jalan Waturenggong ada juga petugas parkir…Uhh, ko kayaknya mau kemana-mana semua lahan sekarang dikuasai petugas parkir ya…??? (Kalo tiap parkir bayar,tapi pelayanannya bagus dan kendaraan yang diparkir aman sih ga masalah…!!!) Tapi malah kenyataannya, pernah saya parkir di depan salah satu tempat foto di jalan waturenggong, eh malah helm yang ditaruh rapi diatas spion motor malah hilang entah kemana, dan petugas parkirpun dengan enteng menjawab tidak tahu.Ugh..bener-bener mengecewakan.Rencana yang sudah aku susun rapi menjadi tidak menyenangkan gara-gara para Parkirer..

Tak terasa ketika aku iseng-iseng akumulasi biaya parkir yang aku keluarin dari pagi sampai malam ternyata mencapai angka lima ribuan, Bisa dihitung berapa banyak anggaran yang harus kita siapkan untuk sebulan cuma untuk biaya parkir??

Uang parkir itu menjadi kas daerah setempat atau kas pribadi sih.???

7 Tanggapan to “Petugas Parkir seperti Peminta-minta?”

  1. eka said

    klo naik sepeda kena biaya parkir juga ga ya?

    Suka

  2. gusna said

    salam kenal….

    Suka

  3. Artana said

    Bukan peminta-minta bli, tapi tuan tanah…he..he

    Suka

  4. mankarya said

    bukan seperti peminta-minta lagi bli
    tapi preman
    huh i hate ………..

    Suka

  5. salam kenal juga semuanya.
    * mankarya : mungkin benar mank,udah kaya preman…
    salam kenal

    *artana : tau ah, itu tuan tanah apa preman ya..?(kata mankarya)
    salam kenal

    *gusna : salam kenal juga bli gusna..

    *eka : jangan sampai terjadi ya bli…,
    salam kenal bli eka

    Suka

  6. meonx said

    Petugas parkir di Bali masih jauh lebih bagus daripada di Surabaya.
    Di Bali, petugasnya pakai pakaian dinas. Kita diberi karcis parkir resmi keluaran Pemda. Motor kita dijaga dengan benar. Motor kita juga didorong kalau kita kesulitan untuk keluar dari areal parkir.
    Di Surabaya, petugas parkirnya baru nongol setelah kita keluar dari parkir untuk minta bayaran. Jangan harap mereka mau menjaga dan mengawasi motor kita yang terparkir. Tidak karcis resmi. Kalau tidak diberi mereka malah sewot.
    Saya pernah parkir disalah satu ATM BCA di Surabaya. Kebetulan pada waktu itu kondisi dompet lagi kosong sama sekali, tidak ada uang kecil. Ketika saya bilang, “maaf mas, saya tidak bawa uang kecil”, apa kata mereka? “Besok-besok jangan parkir disini lagi mas”

    Suka

  7. apa memang benar begitu adanya bli…,rasanya petugas parkir sekarang kebanyakan cuma minta uangnya aja, ga perduli dgn keadaan motor kita.
    pernah suatu hari saya parkir di areal pertokoan dijalan diponegoro, saya sampe kaget karena saya kira motor saya hilang gara2 motor saya dipindahkan sangat jauh dari tempat parkir semula,padahal stangnya udah dikunci.berarti motornya ditarik-tarik aja dong..

    lagian kita ga pingin kan Bali kaya disurabaya??
    buat Mr Meonx thanks ya komennya…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: