Baliage [dot] wordpress [dot] com

Dari Bali menuju LovINA

Pemulung dan Sampah Plastik

Posted by I N Ady Mulianto pada Februari 9, 2008

” Pemulung Dilarang Masuk”, tulisan seperti itulah yang kerap kita temui di pintu gerbang memasuki sebuah desa ataupun memasuki ke sebuah perumahan penduduk, tidak terkecuali di desaku yang berada jauh dari pusat keramaian kota tepatnya dikaki gunung Batukaru yaitu Desa Wongaya Gede.Tulisan itu sengaja di pasang di perbatasan pintu masuk menuju desa supaya orang mudah membacanya,dan dengan harapan supaya tidak ada pemulung yang masuk ke desa itu.

Pemulung di mata masyarakat memiliki konotasi negatif karena selain mereka mencari barang-barang rongsokan yang ada di tempat sampah mereka juga katanya sering mengambil barang-barang dari masyarakat yang seharusnya belum mereka buang yang kebetulan mereka taruh di belakang rumah atau di tempat yang keliatannya barang tersebut sudah tidak dipakai.malahan salah satu warga di desa saya pernah mengaku kehilangan sepeda gayung yang sudah jarang dipakai yang mereka taruh dibelakang
rumah mereka.

Apa se-negatif itukah citra dari seorang pemulung? mungkin pernyataan itu ada benarnya,tapi pernahkah kita melihat sisi positif dari seorang pemulung? pernahkan kita menyadari betapa besar jasa seorang pemulung? khususnya pemulung sampah plastik. Mungkin kita yang hidup di kota yang sudah terbiasa dengan budaya uang (baca; segala sesuatu dibayar dengan uang) tidak pernah membayangkan hal tersebut.Kita tinggal
taruh satu keranjang sampah di depan rumah,dan petugas sampah tiap pagi datang mengambil sampah tersebut,dan setiap bulan kita tinggal bayar uang jasa untuk mereka.Tapi untuk kita yang hidup di desa, kadang sampah sisa produksi dari rumah tangga tersebut dibuang begitu saja di “teba” (pekarangan rumah bagian belakang.red) tak perduli itu sampah yang bisa membusuk atau sampah yang tidak bisa diuraikan oleh bakteri pengurai,seperti sampah plastik.

Kalo kita perhatikan, pemulung pada dasarnya hanya mencari barang-barang yang bisa mereka jual kembali, seperti sampah plastik,besi-besi tua,ataupun bahan-bahan yang terbuat dari karet.Tidak mungkin kan mereka mulung sisa-sisa makanan untuk mereka jual kembali? Secara tidak langsung para pemulung sudah ikut berpartisipasi dalam upaya penyelamatan lingkungan,meskipun mereka tidak pernah menyadari akan hal itu, bahkan mereka merasa hanya sebagai orang yang terpinggirkan.

Dari usaha para pemulung untuk mengais rejeki dari mengorek-orek sampah khususnya sampah plastik tersebut mereka sudah menyumbangkan beberapa persen kehidupannya untuk menyelamatkan bumi ini dari ancaman kerusakan alam yang salah satunya disebabkan oleh semakin banyaknya sampah plastik yang tidak bisa terurai dengan tanah.

KIta sebagai Makhluk Tuhan yang Paling Seksi manusia yang hidup bergantung dari alam, sudahkah menjaga alam kita…???

14 Tanggapan to “Pemulung dan Sampah Plastik”

  1. devari said

    rusak susu sebelanga karena nila setitik ne adane bliπŸ™‚
    tp umumnya masyarakat apriori liat pemulung.

    Suka

  2. atau harusnya disediain dua tong sampah, satu daur ulang (khusus buat pemulung)

    Suka

  3. aRya said

    citra seorang pemulung sudah di rusak oleh beberapa pemulung nakal ,padaahl mereka hanya mencari sesuap nasi,jadi kasian juga nozk
    hikssssssss

    Suka

  4. meonx said

    Kita memang tidak bisa menyalahkan pandangan negatif masyarakat tentang keberadaan pemulung seperti halnya kita memungkiri fakta bahwa ada banyak pencuri dan perampok yang berkedok pemulung. Disatu sisi keberadaan pemulung membantu dalam penanganan sampah, terutama sampah daur ulang seperti plastik, aluminium, besi dll. Tapi disisi lain kebiasaan mereka yang hanya memilah sampah tertentu membawa masalah baru, yakni terkadang sampah yang sudah terkumpul mnjadi berserak gara-gara diacak-acak oleh mereka.
    Btw, salam kenal juga dech.
    Hati-hati terhadap dobel spasi bila menulis menggunakan notepad, karena bisa dianggap tag oleh text editor-nya wordpress. Coba lihat saja paragraf pada tulisan diatas yang “jatuh” gara-gara dobel spasi. Hehe hehe hehe. Maaf agak panjang komentarnya, soalnya sebel lihat wajah gravatar yang pakai kacamata di sidebar hehehe heheh

    Suka

  5. eka said

    disamping hal2 negatif tentang pemulung,
    ternyata tidak sedikit juga pemulung yang kaya
    berkat sampah yang kita buang dan tidak kita hiraukan tersebut.

    Suka

  6. dewi said

    tergantung dari paradigman mana kita ngelihat si pemulung. memangt ugas utamanya ngambil barang2 bekas, tapi kadang mereka juga ngambil2 yang lainπŸ˜€ nah, mungkin yang memasang tanda seperti itu hanya ingin menjaga keamanan saja.

    Suka

  7. budarsa said

    ya karena citra pemulung di beberapa dareah memang sudah tercemar oleh oknum pemulung yang tidak bertanggung jawab. halah..
    Sampah plastik yang dibuang kesungai sering di keluhkan oleh para petani yang memamfaatkan sungai untuk mengairi sawahnya,
    memang susah merubah budaya untuk tidak membuang sampah sembarangan..

    Suka

  8. #devari : mungkin udah terlanjur begitu ya bli…
    #mercuryfalling : sebaiknya sih gitu ya…!!
    #arya : bijaksana bijaksini sekali nih bli arya ini….hikss
    #meonx : thanks ya bos…,udah mau bagi2 tips..
    #eka : mending jadi pemulung aja kali ya…??
    #dewi : itu karena masyarakat udah mandang negatifnya aja bu…
    #budarsa : ayo kita kampanyekan jangan buang sampah sembarangan…

    #for all : thanks ya udah mampir…. πŸ˜†

    Suka

  9. Artana said

    Sing nyalahang masi bli, ngaku pemulung tapi ngangkut barang baru (bukan bekas)…

    Suka

  10. antonemus said

    semula aku pikir pemulung dilarang hanya ada di bali. eh, ternyata salah. kemarin pas di solo, hampir di tiap gang jg ada.

    sayangnya ini memang diskriminatif. seharusnya dismas alias pemulung kata-kata jg tidak boleh masuk gang.πŸ˜€

    Suka

  11. *artana : kalo ngangkut barang baru sih bukan pemulung lagi bli…, itu namanya udah garong….

    *antonemus : apa itu dismas bos? πŸ˜† yang buat tulisan itu berarti juga termasuk kategori dismas dong…!! πŸ˜†

    Suka

  12. viar said

    setuju sama pemikirannya (DPR mode=on)

    Suka

  13. manggut-manggut gen….sing ngerti maksudne πŸ˜†

    Suka

  14. asmara said

    pemulung turut berperan dalam daur ulang sampah

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: