Baliage [dot] wordpress [dot] com

Dari Bali menuju LovINA

Noja Saraswati 14 Februari 2008 (F**klentine….)

Posted by I N Ady Mulianto pada Februari 14, 2008

Pagi itu suasana di kantor kelihatan begitu menyenangkan ketika teman-teman pada ramai membicarakan kado yang mereka bawa untuk ditukar dengan teman-teman yang lain.Maklumlah hari ini katanya memperingati hari kasih sayang yang dalam bahasa orang sononya biasa kita dengar dengan nama Valentine day (sok romantis kayanya ya?).Dan merekapun sangat antusias memamerkan kado yang mereka bawa meskipun hanya dibungkus kertas koran yang harganya disepakati maksimal sepuluh ribu perak

“Ady,tolong naik ke ruangan saya sekarang” tiba -tiba terdengar suara bapak ROM dari gagang telfon memanggil saya untuk datang keruangannya memecah keramaian dikala teman-teman pada asyik menebak-nebak isi kado dari teman-teman yang lain.”Silahkan duduk Ady”saya lihat bapak ROM mempersilahkan saya untuk duduk.”terima kasih Pak”itulah kata kata pertama yang keluar dari mulut saya ketika saya sudah memasuki ruangan ROM.Disana sudah ada pula ibu FAM,bapak BM,bapak SPV,bapak HRD, dan satu orang Salesman yang sudah duluan berada di ruangan tersebut.Setelah semua lengkap berada diruangan setelah sebelumnya lumayan lama menunggu bapak SPV mengambil tempat duduk karena tempat duduk diruangan ROM tidak cukup untuk tujuh orang selanjutnya bapak ROM memulai pembicaraan.”saya rasa bapak-bapak dan ibu sekalian sudah mengetahui maksud dan tujuan saya panggil untuk duduk bareng disini” kata bapak ROM memulai pembicaraan sambil sesekali memutar-mutar pulpen yang dipegangnya.”tau pak” kita semua menjawab barengan meskipun tanpa dikomando sebelumnya.

Maksud dan tujuan dari ROM memanggil kita semua ke ruangannya untuk membicarakan masalah piutang outlet yang mengalami pailit dan tidak bisa membayar hutangnya ke perusahaan tempat kami bekerja.Memang masalah ini sudah pernah kita bicarakan sebelumnya,namun belum diambil keputusan bagaimana kelanjutan dari hutang outlet ini karena kita masih mempertimbangkan kemungkinan outlet tersebut masih ada niat baik untuk membayar hutangnya.Cuma satu keputusan yang sudah diambil yang rasanya cukup membuat saya merasa tidak puas yaitu saya harus menerima surat peringatan alias ESPE 2 karena menurut bapak BM kasus itu penyebabnya karena kesalahan dari saya yang tidak melakukan kontrol secara maksimal sehingga menyebabkan kerugian perusahaan (sadis ga tu….)

Akhirnya,karena menurut managemen perusahaan hutang outlet tersebut sudah cukup lama dan terdengar kabar bahwa outlet tersebut sudah benar-benar pailit alias bangkrut maka pagi itupun kita dikumpulkan untuk mendengar keputusan yang yang diambil oleh perusahaan yang dalam hal ini diputuskan oleh bapak ROM.”setelah saya mendengar penjelasan dari kalian semua,maka sesuai aturan dari perusahaan piutang ini harus saya memberlakukan TeER alias tanggung renteng”,tanggung renteng adalah istilah diperusahaan tempat saya bekerja bilamana ada piutang di outlet yang tidak bisa ditagih karena alasan tertentu dan kemudian dibebankan ke karyawan.”TeER ini saya bebankan secara proporsional,dan persentase terbesar ada di kamu dy yaitu delapan puluh persen”.Mendengar kata delapan puluh persen itu saya merasa kaget,dan langsung menanyakan kenapa harus saya yang kena paling banyak.Dan jawaban apa yang saya dapatkan..?? “Itu karena murni kesalahan dari kamu karena kamu kurang teliti dalam melakukan kontrol sehingga menimbulkan kerugian pada perusahaan”jawab bapak ROM dengan nada tegas yang juga diiyakan oleh bapak BM.

Mendengar jawaban yang kurang menyenangkan itu saya langsung mengajukan keberatan (kaya disidang aja ya…), memohon agar diberikan kebijaksanaaan dalam kasus ini mengingat penyebab kesalahan itu kan tidak semata-mata karena seratus persen kesalahan saya,namun keputusan itu sudah final dan tidak bisa diganggu gugat lagi.

Akhirnya dengan rasa kecewa dan berat hati saya harus menandatangani surat keputusan pembebanan tanggung renteng itu,meskipun dalam hati masih memikirkan dari mana saya harus mendapatkan uang sebanyak empat juta rupiah untuk membayar kepada perusahaan,sementara gaji saya tidak sampai sebesar itu.(ada yang mau bantu nyumbang ga…???)

Suasana hati yang awalnya begitu ceria berubah menjadi membosankan bilamana saya mengingat kata tanggung renteng itu.benar-benar menyebalkan.F**klentine…!!!

3 Tanggapan to “Noja Saraswati 14 Februari 2008 (F**klentine….)”

  1. devari said

    wah turut berduka. ada cuman 500 rebu niy, mudah2an bisa dikit bantu. no rekening?
    *terbang seperti superman, habis menolong orang*

    Suka

  2. luhde said

    miris banget. begini yah, rasanya punya atasan di tempat kerja. SP1, 2, 3, dst. PNS yang paling gublok aja gak pernah dapat SP kaya gini kan. semangat, bli…

    Suka

  3. tengkyu mbok….
    emang susah mekuli di swasta oooo???

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: