Baliage [dot] wordpress [dot] com

Dari Bali menuju LovINA

Wacana Lama Yang Masih Tetap Wacana

Posted by I N Ady Mulianto pada Februari 26, 2008

Menjelang Pilgub Bali 2008 ini, bakal calon dan calon gubernur sudah banyak yang bermunculan.Untuk mendapatkan simpati dari masyarakat mereka berlomba-lomba menawarkan diri dan menjual janji-janji serta ide-ide mereka untuk membawa Bali ke arah yang lebih baik di masa depan.Mulai dari yang menjanjikan akan merangkul para bebotoh,melakukan penyelamatan alam, sampai dengan yang menawarkan gagasan untuk mensinergikan pariwisata dan pertanian.

Melihat gagasan yang terakhir,rasanya wacana itu sudah sering muncul di setiap menjelang pemilihan orang nomor satu di Bali. Tak mengherankan memang bila masyarakat Bali kian bertambah kegelisahannya melihat makin terabaikannya sektor pertanian baik dari segi lahan maupun dari para pelaku petani itu sendiri.Semakin hari lahan-lahan produktif beralih fungsi menjadi gedung-gedung yang berdiri kokoh untuk lahan industri maupun menjadi tempat usaha yang lain, dan generasi muda jaman sekarang hampir tidak ada yang mau dan mempunyai angan-angan untuk menjadi petani (kalaupun ada itu karena mereka sudah tidak mendapatkan pekerjaan lain yang dianggap lebih menjanjikan).Petani bagi masyarakat jaman sekarang dianggap sebagai profesi
yang kurang menjanjikan.Dari jaman baheula sampai sekarang sering kita mendengar orang tua berpesan kepada anaknya “rajin-rajinlah belajar supaya kelak tidak menjadi petani seperti bapak ini”. Alasan dari masyarakat itu sangat rasional, karena menjadi petani tidak lagi menguntungkan secara ekonomis.Dan akhirnya masyarakat secara perlahan-lahan meninggalkan profesi petani tersebut.Mulai dari tidak mau menjadi petani sampai dengan merubah lahan pertanian menjadi tempat usaha dan bahkan sudah banyak yang sampai menjual lahan pertaniannya.

Disisi lain dalam upaya pengembangan pembangunan pariwisata Bali,kemacetan lalu lintas merupakan salah satu kendala yang menjadi perhatian para pengambil kebijakan. Salah satu upaya yang telah ditempuh oleh pemerintah adalah dengan membuka jalan baru untuk memecah kemacetan.Contoh nyata yang sudah terjadi adalah pembukaan jalur Sunset Road yang membujur dari Simpang Siur dengan Seminyak.Pada saat pembukaan jalan ini digagas yang terpikirkaan dibenak para pengambil keputusan adalah bagaimana agar lalu lintas menuju Denpasar dan Kuta bisa lancar.Dengan demikian jalan raya Tuban menuju Legian yang melewati jalan Imam Bonjol tidak terlalu macet.

Dengan dibukanya jalan by pass ini akhirnya sebagian permasalahan lalu lintas teratasi, Namun kini permasalahan baru terus bertambah. Sawah-sawah yang berada disebelah kanan dan kiri jalan kini terlihat banyak yang merana.Air dari subak sudah tidak mengalir dengan teratur.Dan para petanipun banyak yang memanfaatkan lahan tersebut sebagai tempat menggembalakan sapi.Melihat kondisi seperti ini,para pemilik modal kini sudah banyak yang mengincar tanah-tanah di sepanjang jalan tersebut. Bisa kita lihat sekarang disepanjang jalan yang lebar tersebut sudah banyak berdiri ruko-ruko dan tempat bisnis lainnya. Para pemilik tanah yang sudah tidak kuat untuk membayar pajak tanah dan sudah mendapat iming-iming mendapat pekerjaan yang lain akhirnya mengontrakkan bahkan malah menjual tanahnya tersebut.

Dalam menentukan kebijakan para pengambil keputusan seharusnya mempertimbangkan dari berbagai aspek, Tidak bisa menyelesaikan permasalahan dengan cara yang parsial seperti itu.Melihat jalur lalu lintas macet diambil solusi membuat jalan baru,tetapi tidak dipikirkan penyebab-penyebab yang lainnya.Kita lihat aja sekarang khususnya di Denpasar,fasilitas angkutan umum yang tidak menyentuh semua rute dan ditambah lagi dengan tarifnya yang selangit.Masyarakat lebih memilih membeli kendaraan sendiri meskipun harus kredit ketimbang harus membayar mahal untuk naik angkot.Akibatnya ketimpanganpun akan terus terjadi antara fasilitas jalan yang tersedia dengan pemilik kendaraan pribadi.

Menyikapi permasalahan-permasalahan seperti ini,bapak-bapak eksekutif dan legislatif hendaknya memikirkan untuk mencari jalan keluar dan berbuat sesuatu untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh rakyatnya.Dengan demikian siapa saja yang ingin menjadi pemimpin hendaknya membayangkan bahwa kehadirannya bisa menyelesaiakan masalah yang terjadi di daerahnya bukan malah membebani masyarakatnya.Selama para pemimpin tidak peka dengan permasalahan yang dihadapi oleh rakyatnya wacana untuk pengembangan pariwisata yang berbasis pada pertanian akan tinggal wacana dan hanya akan menjadi wacana lama yang tak kunjung terwujud.Namun,siapa pun yang terpilih menjadi Gubernur nantinya,wacana ini perlu diwujudkan.(kita lihat saja nanti).

18 Tanggapan to “Wacana Lama Yang Masih Tetap Wacana”

  1. antonemus said

    kesimpulannya, bli gondronk. mari balik ke desa wongaya gede saja. kita berteman sama dehan yg punya pertanian organik di sana. hehe..

    aku ambil buat balebengong ya. boleh toh?๐Ÿ™‚

    Suka

  2. budarsa said

    Saya justru mempunyai angan2 menjadi petani kelak,
    adakah hubungan antara informatika & pertanian?

    Suka

  3. devari said

    kesimpulannya, sing ade ape de, pertanian tetep jadi objek bahkan sapi perahan, atas anak emas yg bernama pariwisata

    Suka

  4. *pan bani : ambilll……!!! btw, ooo kenal sama bli dehan toh? berarti pernah main ke desaku dong…

    *budarsa : salut deh…, semoga aja bisa terwujud ya bos…

    *devari : cang setuju gen ajak bli made….. ๐Ÿ˜†

    Suka

  5. widi said

    Yah begitulah…kasian banget sektor pertanian hanya dijadikan bahan omongan terutama untuk cari popularitas oleh para elit politik apalagi uda mau deket pilakada. btw dari wongaya ya…wah biasanya setiap galungan dan buda kliwon matal saya ksitu sembahyang….

    Suka

  6. Uyax said

    Banyak yg mendadak peduli dgn rakyat kecil saat promosi dirinya sbg calon Pejabat Negara. Buntut2nya setelah terpilih, rakyat kembali dibohongi dengan segala janji2nya yg tidak kunjung ditepati dgn alasan Dana APBN yg kritis….. terus kapan janji2 itu akan terpenuhi?????

    Suka

  7. *widi : oooo sering ke Pura Batukaru ya..? mampir ke kandangku mbok…!!!

    *uyax : kapan..kapan…. (koes plus mode on*) begitulah pejabat2 kita sekarang bos…

    Suka

  8. baliazura said

    โ€œrajin-rajinlah belajar supaya kelak tidak menjadi petani seperti bapak iniโ€

    muin nich kamsudnya agar tidak menjadi petani yang traditional kali yak.
    saya juga bercita-cita jadi petani namun
    bukan petani biasa
    halah koq mirip judul pilem ya

    Suka

  9. Artana said

    Pariwisata dan pertanian?..Coba aja tanyakan apa yang mereka lakukan terhadap petani?
    Para petani sudah beli pupuk mahal menjual hasil pertaniannya dengan sangat-sangat murah, bagaimana bisa sinergi?
    (lho kok jadi ngomel disini..?..*kabuuur…)

    Suka

  10. *baliazura : horeee…ternyata semakin banyak yg punya cita2 jadi petani..semoga terwujud ya…

    *artana : jangan kabur bli…,disini emang tempat ngomel kok. (muntahkan semua isi perutnya bli…) kali aja ada para pejabat kita yg baca..

    Suka

  11. eka said

    petani oh petani nasib mu sungguh….
    makanya saya bilang petani sebagai salah satu pekerjaan yang terancam punah.
    silahkan baca aja di
    http://cakrawala-gusna.blogspot.com/2008/02/pekerjaan-pekerjaan-yang-terancam-punah.html

    Suka

  12. jangan sampe punah lah..!!
    makan apa kita nanti kalo ga ada petani.
    emang mau makan pasir?? ๐Ÿ˜†

    Suka

  13. imsuryawan said

    Aduh med suba comment! Emang isi negara kita cuman yang gini2 aja!

    “asane mekejang dot dadi pejabat demi memuaskan nafsu pedidi gen bli,rakyat nomer dua”

    Suka

  14. nuarta said

    http://pastika.wordpress.com
    aspirasi wong cilik

    Suka

  15. Pastika: wong cilik memang cuma jadi obyek penderita aja kayanya bli….

    Suka

  16. […] Jam dilayani WTSKATA-KATA BIJAK DARI CEO KELAS DUNIAJalan-jalan ke Jembatan Tukad BangkungWacana Lama Yang Masih Tetap WacanaEntil,Makanan Tradisional Wongaya GedeRenon Food […]

    Suka

  17. http://winap.blogspot.com
    lebih punya taste

    Suka

  18. I’m curious to find out what blog platform you happen to be working
    with? I’m experiencing some minor security issues with my latest
    blog and I’d like to find something more secure. Do you
    have any recommendations?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: