Baliage [dot] wordpress [dot] com

Dari Bali menuju LovINA

Maafkan Aku Melupakanmu

Posted by I N Ady Mulianto pada Mei 31, 2008

Hanya karena ibunya lupa menyetrika baju seragam sekolah untuk dibawa besok paginya,Iluh menjadi bertengkar hebat dengan ibunya.Iluh marah2 dan meninggalkan rumah tanpa membawa apapun.Saat berjalan di suatu jalan,ia baru menyadari kalo dirinya sama sekali tidak membawa uang.Karena dia bingung dan gengsi untuk kembali pulang akhirnya dia memutuskan untuk ke rumah Putu teman sekolahnya.Disana Iluh diterima dengan ramah oleh Putu dan kedua orang tua Putu.Melihat Iluh yang kelihatan sedih dan seperti sangat lapar orang tua Putu mempersilahkan Iluh untuk makan bersama dengan mereka.Orang tua Putu memperlakukan Iluh sama seperti memperlakukan anaknya sendiri. Melihat perlakuan orang tua Putu yang begitu menyayanginya mata Iluh mulai berkaca-kaca.”Ada apa luh?”Tanya ibu Putu.”Tidak apa2 bu,saya hanya terharu” jawab Iluh sambil menyeka air matanya yang mulai menetes di pipinya.”Orang yang baru kukenal pun memberi aku makan dan memperlakukan aku dengan sayang,tetapi?,ibuku sendiri,setelah bertengkar denganku,mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah””Ibu,seorang yang baru saya kenal,tetapi begitu peduli dengan saya dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri”katanya kepada Orang tua Putu.Mendengar cerita dari Iluh orang tua Putu menarik nafas panjang dan berkata”Mengapa Iluh berpikir seperti itu?renungkanlah hal ini,ibu hanya memberimu sepiring nasi dan Iluh begitu terharu,ibumu telah memasakkanmu nasi dari Iluh kecil sampai Iluh besar seperti sekarang ini,mengapa Iluh tidak berterima kasih kepadanya?dan Iluh malah bertengkar dan meninggalkannya?”

Mendengar nasehat dari Orang tua Putu,Iluh terhenyak dan menyadari kekeliruannya.”Mengapa aku tidak berpikir tentang hal tersebut?Mengapa hanya karena sepiring nasi dan kasih sayang sesaat dari orang yang baru kukenal,aku begitu berterima kasih,tetapi kepada ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun dan membesarkan aku sampai seperti sekarang ini,aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya,Dan hanya karena masalah sepele,aku bertengkar dan meninggalkannya”.

Iluh segera menghabiskan nasinya,lalu menguatkan dirinya untuk segera kembali pulang ke rumahnya.Saat berjalan pulang ia sempat ragu2 karena masih merasa malu dengan ibunya,tetapi cepet2 perasaan itu dihilangkan dari pikirannya dan kembali memikirkan kata2 yang harus dia ucapkan kepada ibunya.Begitu sampai di depan pintu rumah,ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas dan kelihatan seperti sedang memikirkan sesuatu.Ketika menyadari Iluh sudah pulang, dengan spontan ibunya berkata “Iluh,kamu sudah pulang,Ibu sangat mencemaskanmu,kamu pasti lelah,cepat masuklah,ibu telah menyiapkan makan malam dan makanlah sebelum kamu tidur, cepat makan ya,biar makanannya ga keburu dingin”.Mendengar kata2 itu Iluh pun tidak kuasa menahan tangisnya dan menangis di pelukan ibunya.Ibunya dengan perasaan sayang berusaha menenangkan Iluh sambil sesekali mengelus rambut Iluh yang lembut.

Pesan Moral:
Kadang kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada seseorang disekitar kita untuk suatu pertolongan atau kebaikan kecil yang diberikan kepada kita,Tetapi kita sering melupakan kebaikan dari orang2 dekat yang sangat menyayangi kita.Kita sering melupakan semua kebaikan dari orang tua kita.Padahal sejatinya,sejelek apapun keadaan orang tua kita,kita seharusnya selalu berterima kasih kepadanya,karena semua yang terjadi pada diri kita sekarang tidak pernah lepas dari peran orang tua kita.

15 Tanggapan to “Maafkan Aku Melupakanmu”

  1. ghozan said

    wah ini bener2 mengharukan ceritanya dengan pesan moral yang sangat baik. sama halnya dengan artikel yang saya tulis tentang “Love your parents”. Memang seharusnya kita hormat dan menyayangi orang tua kita, karena tanpa ada orang tua kita tidak mungkin akan bisa dilahirkan ke dunia ini. orang tua adalah orang yang paling berjasa memelihara kita dari kecil sehingga menjadi besar seperti sekarang ini. semua itu mereka lakukan tanpa pamrih dan tanpa mengharapkan balasan apa2. jadi sepatutnyalah kita sebagai anak selalu menghormati dan menyayangi mereka dengan sepenuh jiwa dan raga. I love u mom, I love u dad.

    Suka

  2. Dek Didi said

    Kadang memang kasih sayang dan perhatian yang diberikan oleh orang yang baru kita kenal terasa banget, mungkin karena baru saat itu kita mendapatkannya. Sedangkan orang tua dan orang yang telah lama berbagi kasih dan perhatian sama kita jadi tidak terasa kaerna sudah terbiasa.
    Tapi, kasih orang tua memang tak kan lekang digerus jaman.

    Suka

  3. Gek Wid said

    hiks…hiks…
    masih berkaca-kata mataku nih..
    i love my parent…

    Suka

  4. Artana said

    Sing nyidang ngoranhang ape nok!
    Pesan moralne top bgt!

    Suka

  5. Yanuar said

    waaahhh…
    nusuk banget.
    kebiasaan dilingkungan sosial kita adalah kurang menghargai sesuatu.
    disaat kita liat hal2 kecil yg bli ady sampaikan, kita akhirnya seperti terhenyak / sadar.
    padahal kalau biasanya malah acuh tak acuh.
    jadiii… mari berlajar dari sekeliling mata. he.he.

    Suka

  6. ick said

    pulang ah… kangen nieh ama meme bape….

    Suka

  7. okanegara said

    bagaikan kisah malin kundang yang tergiur dengan glamornya dunia.kemewahan.wanita penggoda.semua yang serba sesaat..ingatlah semuanya memang ada karena orang tua kita.janagn pernah untuk alpa akan hal ini. “dikutuk”nya malin kundang hanyalah pelajaran dan metode masa lalu untuk mengedukasi agar jangan pernah sekali-kali melupakan jasa-jasa orang tua. tapi sayangnya media sekarang lebih senang memberitakan kisah tragis orangtua yang menyakiti anaknya, membunuh bayinya dibandingkan dengan mereka yang benar-benar orang tua sejati.

    Suka

  8. Dear All:
    Memang begitulah yang kadang terjadi di sekeliling kita,kita terlalu mudah untuk melupakan kebaikan dari seorang yg sudah terbiasa berbuat baik dengan kita,dan cenderung terlena dengan kepuasan sesaat.

    Suka

  9. Via said

    cerita yang indah…
    Maaf dan terima kasih…
    memang dua kata yang sederhana tetapi begitu sulit untuk terucap, entah karena tak memahami seberapa dalam maknanya, atau karena bagi sebagian besar orang tak berarti apa – apa karena kesederhanaanya, atau malah karena gengsi tuk terucap…

    Suka

  10. de'sanur said

    Uhuk uhuk….hiks hiks…jadi sangat terharu baca ceritanya. Moga-moga saya tidak pernah seperti dalam cerita, karena “Degag” sama Ortu apalagi Ibu (sorga ada ditelapak kaki ibu) akan membuat kita menjadi anak terkutuk dan durhaka…
    air mata masih berlinangan ini…..

    Suka

  11. kagendra said

    dalem banget bro
    jadi inget emak di rumah neh

    Suka

  12. penyu said

    Dalem….. cerita yang bagus, jadi teringat dosa-dosa kepada mami and papi T_T.
    Beli gorengan ah untuk mami dan papi tersayang😀

    salam kenal😀

    Suka

  13. Via,De sanur,kagendra,Penyu:
    Komentnya mantap2 banget…
    semoga aja cerpen ini bisa menyadarkan kita kalo tanpa kita sadari kita sering melupakan jasa orang yg telah berbuat baik kepada kita

    Suka

  14. Artha said

    sip sip tank yu bli bagus baget tuh

    Suka

  15. “Artha: Suksma mewali bli….”

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: